Jangan Katakan Mereka Bodoh

Karya : Anggi Novita

            Anak balita mempunyai sifat yang berbeda-beda. Kadang ada yang pasif kadang juga ada yang hiperaktif, yang dapat menjengkelkan orang tua atau pengasuhnya. Pasif dalam hal ini adalah mereka yang tidak terlalu bertingkah yang berlebihan, yang dalam bahasa Jawa biasa disebut “anteng”. Hiperaktif saya artikan disini adalah anak yang mempunyai imajinasi yang berlebih dan bertingkah sesuai apa yang ada di depannya, mereka juga cepat menerima informasi dan meniru tindakan apa yang dilihat disekitar nya. Tanpa disadari, banyak kata-kata jengkel yang dikeluarkan orang tua nya. Seperti kata-kata “dasar anak nakal”, “dasar anak bodoh”, dan sebagainya. Mungkin mereka yang mengatakan seperti itu tidak menyadari bahwa kata-kata itu akan berdampak banyak bagi anak-anak yang masih balita. Dalam ilmu psikologi, dengan ucapan tersebut mereka akan terus melakukan hal-hal yang mereka suka tanpa menyadari akibat dan bahaya yang akan mereka terima, mereka juga akan lebih “nyleneh” lagi dalam bertindak. Dalam agama Islam juga dikatakan bahwa setiap kata dan setiap ucapan yang dilontarkan seseorang adalah do’a, apalagi yang mengucapkan kata-kata itu adalah orang tua nya sendiri, akan lebih mustajab. Karena seyogyanya anak balita masih perlu bimbingan dan memerlukan kata-kata yang baik, yang pantas untuk diterima mereka yang kelak akan membuat mereka anak yang baik.

Karena sifat dan tingkah mereka yang berbeda-beda, maka kita sebagai calon orang tua sebaiknya untuk lebih berhati-hati dalam berucap dan berkata. Akan lebih baiknya, jika anak kita masih kecil, dorongan dan motivasi yang kita berikan berupa kata-kata semangat dan rayuan-rayuan manja agar mereka tidak merasa dijatuhkan oleh orang tua nya. Karena seyogyanya anak balita masih perlu bimbingan dan memerlukan kata-kata yang baik, yang pantas untuk diterima mereka yang kelak akan membuat mereka anak yang baik.

Komentar